Kondisi Umum Desa

31 Januari 2017 19:19:07 WIB

Kondisi Umum Desa

GAMBARAN UMUM

KONDISI DESA SELOHARJO

 

BATAS ADMINISTATIF

 

Desa Seloharjo merupakan salah satu Desa dari Tujuh puluh lima desa di Kabupaten Bantul yang terletak di bagian Timur laut.. Batas-batas wilayah Desa seloharjo :

  • Sebelah Utara : Desa Srihardono,Desa Panjangrejo Kecamatan Pundong
  • Sebelah Timur : Desa Selopamioro Kecamatan Imogiri
  • Sebelah Selatan : Desa Girijati Kecamatan Purwosari
  • Sebelah Barat : Desa  Parangtritis Kecamatan Kretek
  1. Luas wilayah Desa Seloharjo adalah 48 hektar, secara administratif terbagi menjadi 16 Pedukuhan yang meliputi 73 RT.

1.

Dusun Dukuh

9.

Dusun Karangasem

2.

Dusun Nambangan

10.

Dusun Ngentak

3.

Dusun Pentung

11.

Dusun Kalipakem

4.

Dusun Kalinampu

12.

Dusun Biro

5.

Dusun Dermojurang

13.

Dusun Blali

6.

Dusun Geger

14

Dusun Ngreco

7.

Dusun Boboktempel

15

Dusun Poyahan

8.

Dusun Soka

16.

Dusun Jelapan

 

Desa Seloharjo dilewati oleh 1 (satu) prasarana perhubungan yang merupakan perlintasan jalan Propinsi  sepanjang 8 km. Hampir sebagian besar wilayah di Desa Seloharjo dapat dijangkau dengan  menggunakan transportasi darat.

 

 

 

 

KONDISI WILAYAH

Topografi

Desa Seloharjo memiliki topografi wilayah dengan ketinggian 90 meter di atas permukaan air laut, yang terbagi menjadi 2 wilayah meliputi :

  1. Bagian Utara

Merupakan dataran rendah, meliputi Pedukuhan Dukuh, Pedukuhan Nambangan, Pedukuhan Pentung, Pedukuhan Dermojurang, Pedukuhan Kalinampu, Pedukuhan Biro, Pedukuhan Ngentak. Wilayah ini penggunaan tanah diperuntukkan sebagai kawasan pertanian dengan sistem Irigasi tadah hujan.

  1. Bagian Selatan

Merupakan dataran tinggi, meliputi Pedukuhan Kalipakem, Pedukuhan Geger, Pedukuhan Blali, Pedukuhan Ngreco, Pedukuhan Poyahan, Pedukuhan Soka,  juga merupakan wilayah tadah hujan

Hidrologi

Desa Seloharjo terletak di antara 110° 12’ 34” - 110° 31’ 08” Bujur Timur dan antara 7° 44’04” - 8° 00’ 27” Lintang Selatan. Curah hujan  rata-rata per tahunnya mencapai 2.150 mm, dengan rata-rata hari hujan sebanyak 106 hari per tahun atau 9 hari per bulan dengan  curah hujan tertinggi pada bulan Januari dan terendah pada bulan Agustus.

Sumber air baku di Desa Seloharjo meliputi 2 (Dua) buah mata air, Sungai Opak/oya  melaluli saluran. Mata air yang sudah dikelola PDAM meliputi mata air di wilayah Gegerkunir. Di Pedukuhan Ngreco dan Pedukuhan  Karangasem dan Geger mata air dikelola secara swakelola oleh pihak masyarakat, yang kemudian disalurkan menggunakan pompa listrik dengan  sistem perpipaan.

Desa Seloharjo yang terletak  sebelah  Selatan Kantor Kecamatan Pundong dilalui Sungai opak oya. Keberadaan sungai dengan  air yang mengalir sepanjang tahun di wilayah Desa Seloharjo tersebut membantu dalam menjaga kondisi permukaan air tanah. Aliran Sungai Opak selain membantu menjaga kondisi permukaan air tanah, juga membantu kegiatan irigasi untuk pertanian dan perikanan bagi masyarakat di wilayah Desa Seloharjo, sehingga perlu dipelihara dengan  sebaik-baiknya agar pencemaran air dan bencana banjir bisa ditekan.

Geologi

Wilayah Desa Seloharjo dengan kondisi sebagian tanah diperbukitan/pegunungan, dengan lapisan tanah tipis, banyak bebatuan , tanah kurang subur, potensi yang ada yaitu bahan tambang galian C atau batu putih, sedang di dataran tanah lempung, tanah lempung hitam dan tanah pasir

Morfologi

Bentuk morfologi Desa di bagian Selatan berupa dataran bergelombang dan perbukitan  dan semakin ke Utara merupakan dataran rendah.

 

DATA KEPENDUDUKAN

Data Kependudukan Berdasar Jenis Kelamin

Penduduk Seloharjo 49,55 % adalah laki-laki sedang 50,45 % adalah perempuan dari prosentase tersebut terlihat perempuan lebih banyak, Dari banyaknya perempuan tersebut bermacam-macam profesi dari Dokter, Guru, Bidan, Dosen sampai buruh. Untuk kehidupan dalam memasyarakat profesi yang lebih tinggi seperti dosen, dokter tidak banyak waktu untuk bermasyarakat yang sebenarnya  Di sisi lain, antusiasme dan partisipasi perempuan dalam proses pembangunan di Desa Seloharjo dapat dilihat di berbagai bidang, mulai dari pertanian, produksi rumah tangga bahkan buruh pun banyak diantara mereka juga ikut terlibat. Bahkan sebagian diantara masyarakat petani yang hampir keseluruhan pekerjaan pertaniannya dilakukan oleh kaum ibu seperti mencangkul, membuat persemaian, menyiangi, memberi makan ternak dan lain sebagainya.

Namun selama ini yang menjadi kekurangan warga Desa Seloharjo adalah mereka lebih memposisikan perempuan berperan menjadi pelaksana dibandingkan menjadi inisiator. Sebagai contoh ketika mereka diundang untuk melaksanakan kerja bakti, Posyandu, maka mereka akan datang dengan semangat, tetapi ketika mereka diundang untuk bermusyawarah mengenai apa yang akan dilakukan untuk mengembangkan Desa Seloharjo, mereka akan lebih banyak diam, dan tidak menuangkan ide – ide dalam pertemuan tersebut. Padahal apabila kita melihat jumlah perempuan yang ada di Desa Seloharjo hampir sebanding bahkan lebih banyak dibanding  jumlah Laki – laki.

Sumber mata pencaharian penopang sarana kehidupan masyarakat Desa Seloharjo sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai buruh, namun ada pula yang bertani, berternak, berdagang, Pegawai Swasta, perkebunan, dan juga yang mempunyai usaha kerajinan/industri rumah tangga, sisanya menjadi PNS dan TNI.

 

KONDISI SOSIAL, EKONOMI, BUDAYA & POTENSI WISATA

 Desa Seloharjo memiliki kelembagaan sosial dengan berbagai macam bidang kegiatan. Berbagai organisasi sosial diantaranya LPMD dengan POKGIAT LPMD di tingkat pedukuhan, PKK, Karang taruna, GAPOKTAN, kelompok ternak, kelompok perikanan. Kelompok tersebut masih perlu ditingkatkan. 

Gotong-royong atau kerja bakti masih melekat pada masyarakat Seloharjo baik kebersihan dusun maupun perbaikan sarana prasarana.

Lembaga sosial Desa Seloharjo secara umum mengadakan pertemuan rutin tiap lapanan atau berdasar kalender nasional atau bila ada kepentingan, sebagai pengikat diadakan arisan  maupun simpan pinjam.

Desa Seloharjo juga terdapat Kelompok Agama, kelompok ritual kelompok ini bertujuan untuk mengasah, mengasuh maupun mengesahkan tuntunan agama agar masyarakat selalu meningkatkan keimanan dalam beragama.

Terdapat juga kelompok kebudayaan Desa Seloharjo, kelompok ini mengadakan kegiatan dengan tujuan melestarikan budaya yang ada di Desa Seloharjo.

Kelompok-kelompok kegiatan tersebut selalu diadakan diskusi ataupun musyawarah untuk membahahas permasalahan sosial kemasyarakatan maupun kemajuan lingkungan kelompok-kelompok tersebut.

Di wilayah Seloharjo terdapat banyak sekali potensi wisata, baik itu wisata alam, air maupun wisata sejarah. Dusun Kalipakem dan Bobok Tempel terdapat air terjun alami yang sangat mempesona dan juga suasana lingkungan sekitar air terjun yang masih berupa hutan alami sehingga menambah daya tarik tersendiri, sudah banyak wisatawan lokal yang mengujungi lokasi tersebut. Untuk wilayah Kalipakem, air terjun tersebut juga dimanfaatkan warga sekitar untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga perlu dikembangkan agar dapat terjaga kebersihan dan kualitasnya.

Dipuncak perbukitan wilayah Dermojurang, Geger, Ngreco dan Poyahan juga memiliki panorama perbukitan yang sangat mempesona sehingga menjadi daya tarik warga sekitar dan wisatawan lokal. Menjadikan dusun tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu wisata alam pilihan.

 

 

KONDISI LINGKUNGAN DAN TATA GUNA LAHAN

Wilayah Desa Seloharjo memiliki potensi Sumber Daya Alam berupa tambang batu putih, pasir dan tanah. Sebagian besar masyarakat memanfaatkan hasil tambang untuk pembangunan wilayah seperti talud jalan, pengerasan jalan, pembuatan pondasi rumah dan sebagian diperjualbelikan untuk tambahan pendapatan. Proses penambangan masih bersifat tradisional dan dikerjakan secara gotong -royong utamanya jika digunakan untuk pembagunan wilayah. Lahan yang terdapat di Desa Seloharjo sebagian merupakan lahan marjinal yang kurang subur terutama lahan yang berada di Desa perbukitan. Lahan marjinal terdapat pada Pedukuhan Blali, Ngreco dan Biro, sudah dari nenek moyang terutama di pedukuhan Blali maupun Ngreco lahan tersebut banyak ditanami :

1). Sayuran                 : Cabe, terong, tomat, pare, gambas, bayam,kangkung

2). Buah-buahan         : Pisang, kedondong, pepaya, apokat, mangga

3). Tanaman Keras      : Jati, mahoni, akasia, kalbasia, Sono keling

4). Tanaman pangan   : Jagung, kedelai, bengok,ketela,umbi-umbian, kacang-kacangan

Di wilayah dataran tinggi juga terdapat beberapa titik sumber mata air yang digunakan sebagai sarana air bersih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari oleh sebagian warga yang tidak menggunakan air PDAM atau yang tidak mempunyai sumur pribadi.Penggunaan sumber mata air untuk kebutuhan rumah tangga dilakukan dengan cara berkelompok untuk pengelolaan air bersih sehingga dapat dialirkan ke rumah-rumah.

Kemudian di wilayah dataran rendah memiliki potensi alam seperti sungai, sawah, ladang dan pemanfaatan lahan pekarangan. Sungai dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk ditambang pasirnya, mengairi lahan persawahan,mengairi kolam, dan juga sekarang di dusun Jelapan mulai dikembangkan sebagai objek wisata baru,. Lahan yang terdapat di dataran rendah di pedukuhan Kalipakem merupakan jenis tanah land to clay dan lahan tersebut merupakan lahan tadah hujan banyak ditanami padi maupun sayuran

 Sedangkan pemanfaatan lahan persawahan digunakan untuk pertanian berupa padi serbagai komoditi hasil pertanian untuk mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari dan menambah pendapatan ekonomi masyarakat petani. Dengan pilihan komoditas padi yang terus menerus mengakibatkan hama tikus berkembang. Pemanfaatan lahan pekarangan di Desa dataran rendah sebagian besar difungsikan oleh masyarakat untuk kolam ikan, budidaya tanaman buah-buahan dan budidaya tanaman hias, pohon-pohon besar seperti kelapa, jati, sonokeling, melinjo untuk pemanfaatan lahan pekarangan.

Kondisi wilayah Desa Seloharjo cukup rawan akan potensi yang dapat menimbulkan bencana, antara lain masalah tanah longsor, genangan, kebakaran, Angin ribut dan kekeringan. Potensi bencana tanah longsor tersebut sering meresahkan warga di Dusun Blali, Ngreco, Biro, Poyahan, Dermojurang, Geger, Kalipakem dan Dukuh. Selain itu, banyak rumah berada di bawah tebing dan bukit tanpa ada bangket penahan tanah hanya tertahan oleh akar – akar tanaman yang ada.

Sumber air tanah banyak terdapat di Desa Seloharjo berupa sendang (mata air ) maupun sumur gali dan juga terdapat dua (2) titik untuk PDAM . Ketersediaan air bersih pada lahan marjinal dapat di penuhi melalui pipa PDAM. Pada lokasi-lokasi tertentu terdapat sumber air (Sendang) yang digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari terutama pada lahan perbukitan. Warga Desa Seloharjo sebagian besar menggunakan air bersih yang berasal dari sumur gali 3.531  KK dan sisanya mengunakan air untuk keperluan sehari-hari mencuci ataupun mandi dengan mengunakan air dari mata air. Kedalaman sumur gali di wilayah Seloharjo rata-rata 3 m sampai 25 m.

 

KONDISI FISIK PERMUKIMAN DAN PRASARANA

Seiring kepadatan penduduk dengan tingkat populasi tinggi untuk tingkat Ngentakaaan relevan dengan makin maraknya jumlah permukiman di desa Seloharjo. Hal ini di tandai berupa alih fungsi lahan yang semula lahan pertanian difungsikan menjadi permukiman.

Penataan fisik bangunan yang ada di desa Seloharjo masih sangat tradisional yaitu tanpa memperhitungkan aspek-aspek mitigasi bencana. Hal ini dikarenakan pengetahuan masyarakat desa pada umumnya masih sangat minim. Masyarakat membangun rumah rata-rata masih tradisional dan belum menggunakan tata perencanaan yang tepat dalam hal ini adalah tehnik konstruksi bangunan tahan gempa(bencana). Kondisi seperti ini terjadi pada masyarakat umum yang kurang mampu.

Masyarakat mengerti akan pentingnya sebuah konstruksi perumahan berawal dari kejadian bencana gempa bumi pada tanggal, 27 Mei 2006 silam. Namun ada pula masyarakat yang masih mempertahankan perumahan tanpa tulangan atau beton disebabkan pada saat kejadian gempa yang telah lalu tidak mengalami kerusakan yang berarti sehingga masih dihuni. Kondisi seperti inilah yang mengkhawatirkan karena dapat mengancam keselamatan warga.

Kondisi prasarana jalan terutama sebagian berada pada kondisi rusak yang disebabkan oleh berbagai hal diantaranya kondisi drainase jalan yang tidak baik sehigga aliran air hujan masih melewati badan jalan,tekstur tanah yang labil sehingga bila dilewati kenbaraan roda empat tanah akan mekar kesamping maka jalan mudah rusak sehingga memerlukan talud jalan. 

 

JALAN

Secara umum kondisi jalan di desa Seloharjo sudah memadai di setiap dusun. Akan tetapi masih ada beberapa wilayah RT yang perlu disempurnakan lagi. Masyarakat desa Seloharjo  telah membangun secara gotong royong  dengan berbagai teknik pengerasan antara lain yaitu dengan konstruksi aspal dan cor block, namun dengan keterbatasan yang ada dan masih banyaknya  jalan lingkungan yang harus diperbaiki sampai saat ini banyak yang belum tersentuh. Karena  jalan merupakan akses utama pendorong  kelancaran perekonomian dan sosialisasi masyarakat maka pembangunun ataupun perbaikan harus tetap diupayakan antara warga dengan pihak-pihak terkait.

 

SEBARAN FASILITAS

Berbagai fasilitas umum tersedia di wilayah Desa Seloharjo yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Seloharjo dan sekitarnya. Fasilitas pendidikan mulai dari SD sampai SLTP sudah tersedia dan cukup untuk menampung masyarakat Seloharjo yang membutuhkan,tetapi sebaran fasilitas tersebut masih perlu dikaji agar sesuai dengan geografis wilayah Seloharjo, terutama fasilitas pendidikan PAUD dan TK yang sebagian pedukuhan belum ada. Sebenarnya untuk wilayah pedukuhan yang belum mempunyai fasilitas bisa mengikuti proses pendidikan di tempat yang sudah ada tapi sangat menyita waktu dan tenaga dikarenakan jarak tempuh yang jauh, waktu yang seharusnya masih bisa digunakan untuk aktifitas yang lain tersita untuk perjalanan menuju tempat pendidikan. Hal tersebut sangat dirasakan oleh masyarakat yang belum mempunyai kendaraan bermotor.

Pemenuhan kebutuhan tempat peribadatan dan penyebaranya sudah cukup memadai. Yang saat ini direncanakan masyarakat adalah perbaikan,perawatan dan management organisasi agar sarana peribadatan yang sudah ada berfungsi lebih optimal.

fasilitas kesehatan di wilayah Seloharjo masih sangat perlu perhatian semua pihak baik dari sisi sebarannya ataupun peralatan yang  tersedia. Jarak tempuh yang masih sangat jauh dan sarana yang tersedia di tempat pelayanan kesehatan  masih sangat minim,sehingga sangat perlu penambahan peralatan agar masyarakat bisa terlayani lebih baik dan cepat. Selain itu juga perlu dioptimalkan juga adanya Posyandu  yang selama ini sudah ada tapi belum bisa berfungsi secara optimal dikarenakan keterbatasan peralatan dan kurangnya kapasitas kader kesehatan yang ada.

Aktifitas ekonomi warga Seloharjo secara umum berjalan landai dan bersifat konvesional,belum tertata dengan baik dan terpadu sehingga terjadi kesenjangan yang cukup jauh, karakter pelaku ekonomi yang bersifat solo karier masih sangat erat melekat di masyarakat. Keberadaan kios,warung dan toko masih banyak didominasi oleh warga pendatang dan warga dengan latar belakang ekonomi menegah keatas, sedangkan warga asli dan juga warga dengan ekonomi menengah kebawah masih sedikit yang sudah berani berinvestasi di sector ini, hal itu disebabkan kurangnya kemauan untuk berwirausaha juga terkendala oleh kurangnya modal, persyaratan dan prosedur penyedia permodalan yang terlalu berbelit. Hasil pertanian dijual di pasar pasar tradisional yang jarak tempuhnya jauh mengakibatkan kurang efisien waktu, ada juga karena terkendala oleh alat transportasi dan koneksi ke pedagang berskala besar sehingga hasil pertanian hanya dijual kepada tengkulak yang tentu saja nilai jualnya sangat rendah.

Fasilitas pemerintahan yang ada di Desa Seloharjo menempati posisi yang sudah cukup strategis, yang masih perlu ditingkatkan adalah sumberdaya manusia dan sistem pelayanan terhadap masyarakat. Penerapan IPTEK di kantor desa masih sangat dibutuhkan agar pelayanan terhadap masyarakat lebih optimal.

Lokasi Rekreasi di wilayah Seloharjo sudah banyak tersedia dan banyak diketahui publik , dan sekarang sudah mulai gencar di promosikan baik melalui media elektronik maupun acara di lingkup pemerintahan Desa. Pemerintah Desa dalam  perencanaan untuk pengadaan tempat tempat rekreasi juga selalu dimunculkan, mengingat banyaknya potensi wisata di wilayah Seloharjo yang cukup potensial dan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat.

Fasilitas olahraga sudah ada di tiap tiap pedukuhan walaupun belum bisa tersedia semua sesuai keinginan masyarakat. Kegiatan olah raga di masyarakat masih bersifat musiman dan belum terorganisasi dengan baik sehingga belum bisa memunculkan atlit atlit yang profesional, sehingga perlu adanya pengelolaan yang terarah dan terpadu.

 

 

PELAYANAN JARINGAN UTILITAS

JARINGAN IRIGASI

Pada dasarnya kawasan Desa Seloharjo adalah Desa yang dilalui oleh beberapa sungai, baik kecil maupun sedang. Misalnya sungai Opak yang membelah Desa.

Meskipun demikian dikawasan Desa Seloharjo tidak semua sungai dapat dijadikan jaringan Irigasi dari beberapa sungai tersebut. Karena kondisi sungai yang dalam sehingga  kesulitan untuk mengalirkan air kelahan pertanian. Bahkan pengairan semua lahan pertanian yang ada di Desa Seloharjo rata-rata hanya mengadalkan irigasi tadah hujan.

Kondisi jaringan irigasi yang ada di Seloharjo sudah banyak yang rusak  hal ini disebabkan oleh petani sendiri yang tidak mengerti tentang perawatan bangunan irigasi, hal ini diperparah dengan ulah manusia yang membuang sampah di saluran maupun di sungai. Dari ulah manusia tersebut banyak petani harus menyisihkan waktunya untuk membersihkan sampah dan banyak pula yang terluka karena pecahan botol, kaca maupun plat.

Berdasarkan data sekunder dan peninjauan lapangan, jaringan irigasi di wilayah Desa Seloharjo, belum dipelihara dan dimanfaatkan dengan  baik dan ada beberapa saluran irigasi yang tidak terawat, sehingga menimbulkan kekurangan air terutama pada musim kemarau, khususnya dibulak Dukuh, bulak Semendung, bulak kulon Karangasem,  bulak Soka, dan bulak Kalipakem.

Pada umumnya jaringan irigasi di wilayah Desa Seloharjo sebagai bagian utama di dalam pengelolaan air tanah dan meningkatkan hasil pertanian, perlu dipelihara dengan  baik. Setiap pelaksanaan pembangunan harus memperhatikan letak jaringan irigasi yang ada, sehingga bisa menekan kemungkinan pencemaran lingkungan yang mungkin terjadi.

 

JARINGAN DRAINASE

Drainase hampir telah dibangun disetiap Pedukuhan. Hal ini dikarenakan merupakan infrastruktur yang sangat penting, dimana banyak titik rawan genangan bahkan banjir dikawasan tersebut Sisi lain drainase tersebut digunakan sebagai pengamanan jalan-jalan agar jalan tersebut tidak mudah rusak. Sebagian besar kondisi drainase tersebut banyak yang rusak maupun masih kondisi tanah.

 

JARINGAN LISTRIK

Kepadatan penduduk lebih banyak memadati Pedukuhan dikawasan bawah, pemenuhan sarana listrik untuk keluarga di Desa ini meskipun belum semua warganya telah mendapatkan penerangan dari PT.PLN, mereka hanya dapat bantuan saluran penerangan dari warga lain dengan cara Nyalur yang cenderung membahayakan masyarakat.

Kondisi jaringan listrik di Desa Seloharjo banyak yang menggunakan kabel terbuka. Padahal untuk kawasan Seloharjo yang masih banyak pepohonan di dekat jaringan listrik sangat membahayakan warga. Hal ini disebabkan masyarakat belum memahami bahaya yang dimungkinkan terjadi konsleting listrik terutama warga yang pekarangannya di lewati oleh jaringan listrik milik PLN tersebut. Lebih mengutamakan pohon yang dianggap lebih menguntungkan.

 

PENYEDIAAN AIR BERSIH

Warga Desa Seloharjo sebagian besar menggunakan air bersih yang berasal dari sumur gali sebanyak 3.530 KK dan sisanya mengunakan air untuk keperluan sehari – hari dengan mengunakan air dari mata air. Namun yang dihadapi masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan air bersih di wilayah Pedukuhan Blali Maupun Ngreco pada musim kemarau mengalami kekurangan air dan wilayah ini rata – rata kedalaman sumur mencapai 23 m.

 

PELAYANAN SANITASI DAN PERSAMPAHAN

Di wilayah Desa Seloharjo pada umumnya pengelolaan sampah atau limbah rumah tangga belum dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kompos, melainkan di timbun dengan tanah atau dibakar. Hal ini dikarenakan belum tersedia sarana prasarana pengelolaan sampah. Terutama masalah sampah sangat terlihat. Bukan hanya para pengguna jalan yang seenaknya membuang sampah di tempat ini.  Kepedulian terhadap sampah di Desa ini sangatlah kurang dan membutuhkan sosialiasasi serta penanggulangan terhadap akibat yang diakibatkan oleh sampah.

Saluran limbah  rumah tangga masih dibuat secara sederhana yaitu dibuatkan parit yang dibuang ke bak tanah, sehingga dimusim penghujan dapat menjadi sumber penyebaran penyakit terutama sebagai tempat berkembangbiak nyamuk. Secara umum kesadaran masyarakat Desa Seloharjo untuk membuat saluran limbah rumah tangga yang sesuai standart masih kurang.