Sekolah Ladang Tembakau di Padukuhan Geger

Anita 11 Juni 2024 13:27:35 WIB

Seloharjo- Dinas Ketahanan Pangan dan Petanian Kabupaten Bantul telah menyelenggarakan Sekolah Ladang Tembakau di Padukuhan Geger, Seloharjo, Pundong, Bantul. Sekolah ini dilaksanakan pada Selasa, 11 Juni 2024. Komoditas Perkebunan khususnya Tanaman Tembakau menjadi salah satu ikon pertanian khususnya tanaman perkebunan di Kalurahan Seloharjo. 

Tembakau adalah produk pertanian semusim yang bukan termasuk komoditas pangan, melainkan komoditas perkebunan. Produk ini dikonsumsi bukan untuk makanan tetapi sebagai pengisi waktu luang atau "hiburan", yaitu sebagai bahan baku rokok dan cerutu. Tembakau juga dapat dikunyah. Kandungan metabolit sekunder yang kaya juga membuatnya bermanfaat sebagai pestisida dan bahan baku obat. Guna mendapatkan hasil yang maksimal Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul mengadakan Sekolah Ladang Tembakau sebagai salah satu upaya menangani serangan hama yang seringkali menyebabkan berkurangnya produksi tanaman tembakau di Seloharjo. 

Permasalahan yang  dihadapi oleh petani tembakau di Padukuhan Geger antara lain :

  1. Perbenihan/pembibitan   belum dapat dilaksanakan kelompok sendiri, yang telah melakukan pembibitan belum sesuai SOP.
  2. Teknis budidaya  tembakau  pada umumnya belum sesuai SOP
  3. Permasalah Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) sebagian besar petani belum menguasai.
  4. Penggunaan sarana produksi dan pengeloaan agroekosistem yang kurang tepat sehingga keseimbangannya terganggu.
  5. Penanganan panen maupun  pasca panen yang belum memenuhi SOP pasca panen.

Untuk membantu penanganan masalah tersebut diperlukan adanya pembinaan  dengan pelatihan dan motivasi  bagi petani dan kelompok tani. Pembelajaran Pendidikan Orang Dewasa (POD)  seperti model sekolah Ladang Tembakau  merupakan metode yang paling tepat  pada saat ini, karena dalam pelaksanakan Sekolah Ladang Tembakau mengacu pada 4 ( empat) Prinsip PHT, yakni:   

  1.  Budidaya Tanaman Sehat.
  2.  Pelestarian Musuh Alami.           
  3.  Pengamatan Rutin.
  4.  Petani Menjadi Ahli PHT.

Keempat prinsip tersebut jika benar-benar dilaksanakan oleh petani dalam membudidayakan tanamannya akan dapat mengatasi permasalahan tersebut. Nantinya diharapkan dengan adanya SLPHT pada tanaman tembakau dapat mengantisipasi serangan OPT serta produksi tembakau meningkat khususnya di Kalurahan Seloharjo. 

Komentar atas Sekolah Ladang Tembakau di Padukuhan Geger

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
Isikan kode Captcha di atas
 

Website desa ini berbasis Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) Berdaya yang diprakarsai dan dikembangkan oleh Combine Resource Institution sejak 2009 dengan merujuk pada Lisensi SID Berdaya. Isi website ini berada di bawah ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) License